Tokoh Penemu • Bacaan anak SD
Mengenal Tokoh Penemu
Isaac Newton, Sang Penanya tentang Gerak dan Cahaya
Mengapa apel jatuh ke bawah? Mengapa Bulan tidak terbang meninggalkan Bumi? Mengapa cahaya putih dapat berubah menjadi warna pelangi? Pertanyaan seperti inilah yang membuat Isaac Newton terus berpikir.
Anak yang Suka Membuat Benda
Isaac Newton lahir di Woolsthorpe, Inggris. Ia lahir sangat kecil dan ayahnya telah meninggal sebelum ia dilahirkan. Ketika masih anak-anak, Newton suka mengamati alam dan membuat benda sederhana.
Konon, ia membuat model kincir angin, jam matahari, dan berbagai mainan mekanik. Ia tidak selalu menjadi murid paling menonjol sejak awal. Namun, rasa ingin tahunya besar. Newton senang bertanya, mencoba, mencatat, lalu mencoba lagi.
Ketika dewasa, Newton belajar di Trinity College, Universitas Cambridge. Pada tahun 1665, wabah penyakit membuat kampus tutup sementara. Newton kembali ke rumah keluarganya. Masa belajar mandiri itu kemudian menjadi salah satu masa paling kreatif dalam hidupnya.
Benarkah Newton Kejatuhan Apel?
Kisah apel sangat terkenal. Cerita yang dicatat oleh William Stukeley, teman Newton, menyebutkan bahwa Newton melihat sebuah apel jatuh dan mulai memikirkan mengapa benda selalu jatuh menuju tanah.
Tidak ada bukti kuat bahwa apel itu mengenai kepala Newton. Ia juga tidak langsung menemukan rumus gravitasi saat melihat satu apel. Peristiwa itu lebih tepat dipahami sebagai pemicu pertanyaan yang kemudian dipelajari Newton selama bertahun-tahun.
Newton mulai membayangkan: jika Bumi menarik apel, mungkinkah Bumi juga menarik Bulan? Lalu, mengapa Bulan tidak jatuh menabrak Bumi? Ia menyadari bahwa Bulan sebenarnya terus “jatuh” menuju Bumi, tetapi juga bergerak menyamping dengan sangat cepat sehingga terus mengelilinginya.
Gravitasi yang Bekerja di Mana-Mana
Newton merumuskan gagasan gravitasi universal. Artinya, setiap benda yang memiliki massa saling tarik-menarik. Tarikan Bumi membuat kita tetap berpijak dan membuat benda jatuh ke tanah.
Semakin besar massa benda, semakin kuat tarikannya. Semakin jauh jarak dua benda, semakin lemah tarikannya. Dengan matematika, Newton membantu menjelaskan gerak apel, Bulan, planet, dan banyak benda lain menggunakan prinsip yang sama.
Newton bukan orang pertama yang memperhatikan bahwa benda jatuh. Ilmuwan lain, termasuk Galileo Galilei dan Johannes Kepler, telah lebih dahulu mempelajari gerak dan orbit. Kehebatan Newton adalah menyatukan banyak gagasan itu dalam penjelasan matematis yang kuat.
Tiga Hukum Gerak
Newton juga merumuskan tiga hukum gerak. Namanya terdengar rumit, tetapi kita dapat menemukannya dalam kegiatan sehari-hari.
- Benda mempertahankan geraknya. Bola yang diam akan tetap diam sampai ditendang. Bola yang bergerak akan terus bergerak, kecuali ada gaya seperti gesekan yang memperlambatnya.
- Gaya mengubah gerak. Dorongan yang lebih kuat dapat membuat troli kosong bergerak lebih cepat. Troli penuh memerlukan dorongan lebih besar.
- Setiap aksi memiliki reaksi. Saat kamu melompat, kaki mendorong lantai ke bawah dan lantai mendorong tubuhmu ke atas.
Saat sepeda direm, tubuh terasa terdorong ke depan karena tubuhmu masih ingin mempertahankan geraknya. Itulah contoh hukum gerak pertama. Tetap gunakan helm dan jangan mencoba percobaan berbahaya.
Cahaya Putih Ternyata Penuh Warna
Newton membuat ruangan menjadi gelap, lalu membiarkan seberkas sinar Matahari masuk melalui lubang kecil dan melewati sebuah prisma. Cahaya putih itu terurai menjadi warna-warna seperti pelangi.
Pada masa itu, sebagian orang mengira prisma memberi warna pada cahaya. Newton menunjukkan bahwa warna-warna tersebut sudah terkandung di dalam cahaya putih. Ia bahkan menggunakan prisma kedua untuk menyatukan warna-warna itu kembali menjadi cahaya putih.
Penelitian ini membantu ilmu optika, yaitu ilmu tentang cahaya. Pelangi di langit juga muncul ketika cahaya Matahari dibiaskan dan diuraikan oleh tetes-tetes air.
Teleskop yang Menggunakan Cermin
Teleskop pembias pada masa Newton menggunakan lensa dan dapat menghasilkan tepi warna yang mengganggu gambar. Newton merancang teleskop yang memakai cermin cekung untuk mengumpulkan cahaya.
Pada tahun 1668, ia membuat teleskop pantul yang kecil tetapi bekerja dengan baik. Cahaya dipantulkan oleh cermin utama menuju cermin kecil, lalu diarahkan ke lensa tempat mata melihat. Desain seperti ini dikenal sebagai teleskop Newtonian dan masih digunakan oleh banyak pengamat langit hingga sekarang.
Buku yang Mengubah Ilmu Pengetahuan
Pada tahun 1687, Newton menerbitkan buku Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, yang sering disebut Principia. Di dalamnya, ia menjelaskan hukum gerak dan gravitasi menggunakan matematika.
Buku tersebut membantu manusia menghitung lintasan planet, memahami pasang-surut, dan memprediksi gerak berbagai benda. Berabad-abad kemudian, hukum Newton masih sangat berguna untuk merancang kendaraan, jembatan, mesin, pesawat, dan perjalanan antariksa.
Newton juga mengembangkan gagasan penting dalam kalkulus. Namun, matematikawan Jerman Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan kalkulus secara mandiri. Karena itu, sejarah ilmu biasanya memberikan penghargaan kepada keduanya.
Ilmuwan Hebat Tetaplah Manusia
Newton sangat tekun, tetapi ia juga dapat keras kepala dan pernah berselisih dengan ilmuwan lain. Tidak semua gagasannya benar. Seperti semua ilmuwan, ia belajar melalui keberhasilan, kesalahan, perdebatan, dan pekerjaan orang-orang sebelum serta sesudahnya.
Newton kemudian memimpin Royal Mint, lembaga pembuat uang logam Inggris, dan menjadi presiden Royal Society. Ia meninggal pada tahun 1727. Warisannya bukan hanya kumpulan rumus, melainkan cara menghubungkan pengamatan, percobaan, dan matematika untuk memahami alam.
Pada masa Newton, Inggris masih memakai kalender lama. Karena perbedaan kalender, beberapa buku menulis tahun kelahirannya sebagai 1642. Dalam kalender yang sekarang umum digunakan, tanggalnya adalah 4 Januari 1643.
Pelajaran dari Newton
Apa yang Bisa Kita Tiru?
- Mulailah dari pertanyaan sederhana. Benda sehari-hari dapat membuka jalan menuju ilmu besar.
- Amati dengan teliti. Jangan hanya melihat hasil; tanyakan mengapa hal itu terjadi.
- Uji gagasan. Newton memakai percobaan prisma untuk memeriksa pendapatnya tentang cahaya.
- Gunakan pengetahuan orang lain. Ilmu tumbuh dari temuan banyak orang, bukan satu tokoh saja.
- Terus perbaiki jawaban. Penjelasan ilmiah menjadi kuat setelah diuji dan dihitung.
Kamu tidak harus menunggu sebuah apel jatuh untuk menjadi penemu. Mulailah dengan memperhatikan bayangan, gerak bola, warna pelangi, atau bintang di langit—lalu beranilah bertanya, “Mengapa?”
Ayo mengingat!
Bisakah Kamu Menjawab?
- Apa yang sebenarnya dipikirkan Newton ketika melihat apel jatuh?
- Sebutkan satu contoh hukum gerak Newton dalam kehidupan sehari-hari.
- Apa yang terjadi ketika cahaya putih melewati prisma?
- Apa perbedaan utama teleskop pantul Newton dengan teleskop berlensa?
- Sikap baik apa yang ingin kamu tiru dari Newton?